Register Login

Gereja Katedral Jakarta

Gereja Katedral Jakarta Gedung gereja ini diresmikan pada 1901 dan dibangun dengan arsitektur Neo Gothik dari Eropa, yakni arsitektur yang sangat lazim digunakan untuk membangun gedung gereja selama beberapa abad yang lalu. Sebenarnya gereja ini memiliki nama panjang sebagai tambahan dari Katedral yakni dengan nama Gereja Katedral Santa Maria Pelindung Diangkat Ke Surga.

Sejarah salah satu tempat peribadatan umat Katholik ini sudah bermula dari 1810 an namun bukan sebagai gereja dan baru pada1901 diresmikan menjadi gereja Katedral oleh pemerintahan Belanda jadi bisa dibayangkan sudah sangat tua kan bangunan ini. Bangunan gereja ini memiliki denah bangunan berbentuk salib dengan panjang 60 meter dan lebar 20 meter dan pada kedua belah terdapat balkon selebar 5 meter dengan ketinggian 7 meter, di samping itu gereja ini memiliki tiga Menara yakni Menara Daud, Menara Gading, dan Menara Angelus Dei, dan ketiga menara ini terbuat dari besi.

Di Menara Gading terdapat sebuah jam besar sebagai penanda waktu. Selain menara tempat ini memiliki lonceng juga sebagaimana umumnya gereja-gereja yang sudah ada, lonceng tersebut berada pada Menara Daud yang dihadiahkan oleh Clemens George Marie Van Arcken. Terdapat juga patung Kristus Raja yang tersimpan pada bagian depan gereja, dan juga Gua Maria yang berada di samping gereja dan tempat ini biasanya cukup ramai pada bulan Santa Maria menurut kepercayaan umat Katholik. Berbicara interior desaign gereja ini memiliki beberapa ruangan khusus yaitu Serambi Gereja yang terdapat pada pintu utama dan di situ ada sebuah batu pualam yang isinya hendak memberitahu bahwa gereja ini didirikan oleh Arsitek Marius Hulswit 1899-1901.

Pada tembok sebelah selatan terdapat batu pualam putih yang menjelaskan bahwa gedung ini digambarkan oleh Antonius Dijkmans. Sedangkan di bagian tengah terdapat ruangan umat tempat berlangsungnya misa, di dalam ruangan ini terdapat replika dari karya Michaelangelo yang menggambarkan Maria yang memangku jasad Yesus setelah diturunkan dari salib, Lukisan Jalan Salib yang dilukis di atas ubin yang dibuat oleh Theo Malkenboet, Lukisan foto Uskup. Dan yang cukup unik di Gereja Katedral ini terdapat museum di dalamnya, isi museum Katedral adalah teks doa berbingkai yang mempunyai dua versi buku misa berbahasa Latin yang dipakai pada masa pra-Vatikan II, mitra dan tongat gembala Paus Paulus VI, Piala dan Kasula Paus Yohanes Paulus II, replika pastoran, perangko, lukisan dari batang pohon pisang karya Kusni Kasdut seorang legenda penjahat di tahun 70 an yang bertobat dan memeluk katholik, replika perahu Pastor P. Bonnike, SJ, Relikui santo & santa.

Masa krisis gereja ini adalah pada waktu memasuki awal millennium baru tahun 2000 gereja ini sering mendapatkan teror-teror bom, jadi ga perlu kaget bila perayaan hari besar gereja seperti Natal dan Paskah selalu saja tempat ini mendapatkan pengamanan ekstra ketat dari pihak yang berwajib. Semoga hal ini tidak terus berulang tiap tahunnya dimana setiap warga negara berhak beribadah sesuai agama dan kepercayaannya yang mana hal itu dilindungi undang-undang.(Roy)




14 September 2011 - 11:23:45 WIB
Foto : Roy
Dibaca : 1394

BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Deep And Extreme Indonesia 2015 Deep And Extreme Indonesia 2015
Senin, 04 Mei 2015
Pentas Satwa Ragunan Pentas Satwa Ragunan
Selasa, 28 Juni 2011
Botanical Cafe Godong Ijo Botanical Cafe Godong Ijo
Rabu, 27 Agustus 2014
Museum Reksa Artha Museum Reksa Artha
Rabu, 10 Agustus 2011

SHARE