Register Login
  1. Air sungai yang mengandung belerang ini diyakini dapat mengobati berbagai macam penyakit kulit

    Air sungai yang mengandung belerang ini diyakini dapat mengobati berbagai macam penyakit kulit Air sungai yang mengandung belerang ini diyakini dapat mengobati berbagai macam penyakit kulit
  2. Jejeran hutan pinus terlentang sepanjang jalan menuju Cidahu

    Jejeran hutan pinus terlentang sepanjang jalan menuju Cidahu Jejeran hutan pinus terlentang sepanjang jalan menuju Cidahu
  3. Kawah Ratu merupakan kawasan aktif yang mengeluarkan gas belerang

    Kawah Ratu merupakan kawasan aktif yang mengeluarkan gas belerang Kawah Ratu merupakan kawasan aktif yang mengeluarkan gas belerang
  4. Kawah Ratu dilintasi aliran Sungai Cikuluwung sepanjang satu kilometer

    Kawah Ratu dilintasi aliran Sungai Cikuluwung sepanjang satu kilometer Kawah Ratu dilintasi aliran Sungai Cikuluwung sepanjang satu kilometer
  5. Salah satu air terjun di Curug Cidahu

    Salah satu air terjun di Curug Cidahu Salah satu air terjun di Curug Cidahu

Pesona Wisata Alam Cidahu

Bosan dengan liburan yang itu-itu saja, apalagi bisa dikatakan di Jakarta ini tempat liburan yang berkaitan dengan wisata alam amat lah terbatas. Nah tempat yang satu ini bisa dijadikan alternatif wisata anda menjelang akhir pekan.

Cidahu, apa yang terlintas dipikiran anda bila mendengar nama ini ? Tempat wisata, ya memang benar bila itu jawabannya. Cidahu merupakan sebuahkecamatan di Kabupaten Sukabumi, selain menawarkan tempat wisata yang menyejukan, juga banyak tempat menarik yang bisa anda kunjungi dengan hanya berjalan kaki seperti air terjun dan Kawah Ratu.

Curug Cangkuang atau Curug Cidahu ini berada dalam kawasan Wana Wisata Cangkuang di kaki Gunung Salak. Curug Cangkuang ini berada di aliran sungai Cikuluwung dengan warna dasar sungai yang kuning kehijauan akibat endapan belerang sehingga membuat dasar sungai ini terlihat jernih.

Adapun kawasan Wana Wisata Cangkuang ini berada pada ketinggian 1.300 hingga 2.000 meter dari permukaan laut dengan suhu udara antara 18 hingga 20 derajat Celsius. Curah hujan di sini cukup tinggi 3.900-4.500 milimeter per tahun.

Selain Curug Cangkuang juga terdapat beberapa curug lain (sekitar 7 curug) yang ditemui di kawasan ini seperti Curug Dua Unak yang berjarak sekitar 2 km, Curug Sawer, Curug Aul dan Curug Supit yang masing-masing berjarak sekitar 1 km dari Curug Cangkuang tersebut. Untuk mencapai lokasi ini tidaklah terlalu jauh bila ditempuh dari Jakarta.

Kurang lebih hanya butuh waktu antara 3 sampai dengan 4 jam perjalanan. Keluar dari Ciawi anda bisa langsung menuju Cicurug yang nantinya akan melintasi jalan yang relatif kecil dan menanjak. Begitu memasuki kawasan Cidahu, deretan hutan pinus yang beraturan akan menghiasi perjalanan anda.

Di ujung perjalanan pos penjagaan akan menanti, di pos ini anda diharuskan mendaftarkan diri beserta anggota yang akan melakukan perjalan ke atas baik masuk ke Taman Nasional untuk berkemah maupun yang ingin meneruskan pendakian menuju Puncak Salak 1. Biaya perorang sekitar 8 ribu rupiah saja.

Areal perkemahan yang ditawarkan Cidahu ini ada beberapa blok dari mulai blok I yang paling terendah sampai dengan blok III di lokasi yang tertinggi. Semakin tinggi lokasi semakin sulit mendapatkan air bersih ataupun MCK namun pemandangan semakin indah, lokasi yang termudah dan terbanyak fasilitasnya adalah blok I terletak paling dekat dengan posko.

Kawah Ratu Terdapat sejumlah kawah aktif yang tidak berada di puncak. Kawah terbesar, Kawah Ratu, merupakan kawah termuda. Kawah Cikuluwung Putri dan Kawah Hirup merupakan bagian dari sistem Kawah Ratu.

Semenjak tahun 1600-an tercatat terjadi beberapa kali letusan, di antaranya rangkaian letusan antara 1668-1699, 1780, 1902-1903, dan 1935. Letusan terakhir terjadi pada tahun 1938, berupa erupsi freatik yang terjadi di Kawah Cikuluwung Putri. Kawah Ratu dapat ditempuh dengan cara berjalan kaki dengan panjang track 4,4 kilo meter melintasi hutan.

Kawah Ratu dilintasi aliran Sungai Cikuluwung sepanjang satu kilometer yang menyajikan pemandangan memanjakan mata sepanjang perjalanan. Hal yang menjadi pemikat lainnya adalah suhu air sungai yang terasa hangat-hangat kuku. Membuat sungai ini menjadi pilihan utama bagi para pengunjung untuk berendam.

Apalagi, air sungai yang mengandung belerang ini diyakini dapat mengobati berbagai macam penyakit kulit. Kawah Ratu sangat aktif mengeluarkan gas belerang, dan disarankan untuk tidak lebih dari tiga menit berada di sana.

Kunjungan sebaiknya dilakukan pada pagi hari, karena semakin pada sore hari semakin kuat asap belerangnya. Bila anda tiba di kawasan ini terdapat papan peringatan yang menyerukan beberapa hal penting bila berkunjung ke tempat ini. (Roy/gedoor)



26 September 2013 - 15:53:23 WIB
Foto : Roy / Gedoor.com
Dibaca : 2587

BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA


SHARE