Register Login
  1. Tak Hanya Menjual Di Tempat Ini Juga Membuat Barang Dagangannya

    Tak Hanya Menjual Di Tempat Ini Juga Membuat  Barang Dagangannya Tak Hanya Menjual Di Tempat Ini Juga Membuat  Barang Dagangannya
  2. Berbagai Perkakas Dapur Berbahan Alumunium Dan Stainlees Steel

    Berbagai Perkakas Dapur Berbahan Alumunium Dan Stainlees Steel Berbagai Perkakas Dapur Berbahan Alumunium Dan Stainlees Steel
  3. Pedagang Panci Di Cawang Ini Sudah Berdagang Kurang Lebih 30 Tahunan

    Pedagang Panci Di Cawang Ini Sudah Berdagang Kurang Lebih 30 Tahunan Pedagang Panci Di Cawang Ini Sudah Berdagang Kurang Lebih 30 Tahunan
  4. Kaleng Krupuk Cantik Ikut Di Jajakan Di Sentra Perkakas Cawang

    Kaleng Krupuk Cantik Ikut Di Jajakan Di Sentra Perkakas Cawang Kaleng Krupuk Cantik Ikut Di Jajakan Di Sentra Perkakas Cawang
  5. Panci-Panci Berukuran Kecil Sampai Besat Di Panjang Di Cawang

    Panci-Panci Berukuran Kecil Sampai Besat Di Panjang Di Cawang Panci-Panci Berukuran Kecil Sampai Besat Di Panjang Di Cawang
  6. Proses Pembuatan Perkakas Dapur Di Cawang

    Proses Pembuatan Perkakas Dapur Di Cawang Proses Pembuatan Perkakas Dapur Di Cawang
  7. Kompor Minyak Yang Sempat Populer Kini Telah Ditinggalkan

    Kompor Minyak Yang Sempat Populer Kini Telah Ditinggalkan Kompor Minyak Yang Sempat Populer Kini Telah Ditinggalkan
  8. Para Pedagang Menjajakan Dagangannya di Samping Jalan Dewi Sartika

    Para Pedagang Menjajakan Dagangannya di Samping Jalan Dewi Sartika Para Pedagang Menjajakan Dagangannya di Samping Jalan Dewi Sartika

Geliat Sentra Perkakas Dapur Cawang

Semakin majunya masyarakat kota besar seperti Jakarta ini ditandai dengan cara memadang sebuah barang kebutuhan hidup sehari-hari. Saat ini semua serba terpaku pada label merek dan label harga yang menjadi dasar menentukan pilihan. Barang-barang yang 20 tahun lalu populer digunakan saat ini sudah mulai ditinggalkan kerena sudah termodifikasi oleh inovasi dan teknologi.

Namun masih saja terlihat barang-barang kebutuhan hidup sehari-hariini tetap digunakan dan bahkan masih eksis diperjualbelikan. Hal ini lah yang terlihat apabila anda melintasi Cawang memasukil Jl. Dewi Sartika, Jakarta Timur. Pemandangan dengan view kompor-kompor jadul dengan panci yang tersusun menjulang ke atas adalah ciri dari kawasan ini.

Cawang merupakan salah satu daerah di kota di Jakarta yang menjadi saksi sejarah perjalanan panjang para pengrajin kompor (minyak tanah), dandang, loyang, panci, oven kue, aneka cetakan kue kering, ragam kaleng kerupuk hingga kubah masjid hingga sekarang ini. Daerah yang menjadi sentra pembuatan sekaligus perdagangan berbagai perkakas dapur berbahan alumunium dan stainlees steel ini sudah ada sejak tahun 1955 silam.

Tahun 90-an menjadi puncak kejayaan para pengrajin dalam memproduksi dan menjual kompor minyak, wajan, dandang oven dan lain sebagainya ini dalam jumlah yang besar. Hingga sekarang pun geliat kejayaan itu masih terlihat meski tak seramai masa kejayaannya. Tempat ini semakin serasa ditinggalkan saat Pemerintah memberlakukan kebijakan konversi bahan bakar minyak tanah ke bahan bakar gas.
 

Dengan harga yang sangat bersahabat bagi pelangggannya yang kebanyakan ibu rumah tangga dan para pelaku usaha kecil menengah, otomotis daerah ini pun menjadi rujukan mereka dalam mendapatkan segala macam kebutuhan peralatan dapur. Misalkan saja untuk dandang berbahan stainless steel dibandrol dengan harga 850 ribu rupiah per unit atau oven jongkok dengan ukuran yang paling kecil (40 cm) dijual dengan 400 ribu rupiah. Untuk oven jongkok sedang (75 cm) dijual 1,8 juta rupiah sedangkan yang berukuran ukuran besar (1,2 meter) dibanderol 2,5 juta rupiah.

Selain harga yang ditawarkan lebih murah dibanding dengan barang yang diproduksi pabrikan, anda pun masih bisa menawarnya. Para pengrajin dan penjual di sini juga seringkali menerima pesanan perkakas dapur berbagai macam model dan desain yang diinginkan dan disesuaikan oleh kebutuhan para pelanggannya.
  Pelanggan dari para pengrajin dan penjual di tempat ini berasal dari berbagai kalangan, mulai dari ibu rumah tangga sampai para pelaku usaha kuliner, dari pengusaha kue-kue kering dan basah, warung-warung makan sampai restoran besar sekalipun.

Tak hanya dari dalam kota saja, pelanggan mereka pun banyak yang berasal dari berbagai daerah di luar Jakarta. Deretan toko dan juga berfungsi sebagai rumah tinggal dari sebagian pengrajin dan penjual di sepanjang Jalan Dewi Sartika ini mulai terlihat geliat aktifitasnya mulai pukul 08.00 Wib hingga pukul 18.00 Wib. (Fakhruddin Abd/geDoor)



16 Oktober 2014 - 16:12:30 WIB
Foto : Fakhruddin Abd/gedoor
Dibaca : 4741
  • Jl. Dewi Sartika Raya, Cawang, Jakarta Timur
  • Setiap Hari 08:00-18:00 Wib
  • Maps

BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA

25 Tahun Perjalanan Karir Anne Avantie 25 Tahun Perjalanan Karir Anne Avantie
Kamis, 04 September 2014
Bursa Kue Subuh Senen Bursa Kue Subuh Senen
Rabu, 24 Agustus 2011

SHARE