Register Login
  1. Pada Konser Ini Mereka Menampilkan ‘Enam Pantun Melayu’, Karya Sinta Wullur

    Pada Konser Ini Mereka Menampilkan ‘Enam Pantun Melayu’, Karya Sinta Wullur Pada Konser Ini Mereka Menampilkan ‘Enam Pantun Melayu’, Karya Sinta Wullur
  2. Karya Mereka Ditandai Dengan Unsur Budaya Barat Dan Timur Yang Saling Mempengaruhi

    Karya Mereka Ditandai Dengan Unsur Budaya Barat Dan Timur Yang Saling Mempengaruhi Karya Mereka Ditandai Dengan Unsur Budaya Barat Dan Timur Yang Saling Mempengaruhi
  3. ‘Duo Merpati’ Dibentuk Oleh Pianis Belanda Monique Copper Dan Penyanyi Keturunan Belanda-Indonesia Sinta Wullur

    ‘Duo Merpati’ Dibentuk Oleh Pianis Belanda Monique Copper Dan Penyanyi Keturunan Belanda-Indonesia Sinta Wullur ‘Duo Merpati’ Dibentuk Oleh Pianis Belanda Monique Copper Dan Penyanyi Keturunan Belanda-Indonesia Sinta Wullur

Kombinasi Timur Dan Barat Dalam Konser ‘Duo Merpati’

Erasmus Huis, Pusat Kebudayaan Belanda yang berada di Jakarta, tidak pernahberhenti untuk mengadakan sebuah event yang menghadirkan talenta-talenta berbakat dari dalam maupun luar negeri.

Pada 1 Desember 2014 lalu, Erasmus Huis menggelar sebuah konser yang mempertemukan Timur dan Barat dalam konser ‘Duo Merpati’. ‘Duo Merpati’ dibentuk oleh pianis Belanda Monique Copper dan komponis/ penyanyi keturunan Belanda-Indonesia Sinta Wullur.
Karya mereka ditandai dengan unsur budaya Barat dan Timur yang saling mempengaruhi.

Perpaduan musik piano klasik kontemporer yang diilhami oleh pola permainan gamelan, dikombinasi dengan nyanyian India dan Jawa. Penampilan duet akan diisi dengan penampilan tunggal piano dan lagu.
Pada konser ini mereka menampilkan ‘Enam Pantun Melayu’, karya ini terdiri dari enam puisi yang dibuat oleh Sinta Wullur dan diterjemahkan oleh Hella S. Haasse.

Puisi dituangkan dalam musik piano yang banyak mengambil pola permainan gamelan. Disambung dengan ‘Nyanyian Tagore’, enam lagu Bengal karya penyair India Rabindranath Tagore, diiringi piano. Terakhir dibawakan adalah ‘Samudra’ sebuah komposisi untuk piano yang dibuat pada tahun 2013, dikombinasikan dengan gaya nyanyian India dan Jawa. (Angga W/geDoor)



04 Desember 2014 - 09:14:59 WIB
Foto : Angga W/gedoor
Dibaca : 1429

SHARE