Register Login

Erasmus Huis Jakarta Gelar Pameran Keindahan Timur Dalam Reproduksi

Tahun ini Universitas Leiden merayakan 400 tahun berdirinya Kajian Bahasa dan Budaya Orientalis. Pada tahun 1613 Jurusan Arab didirikan, yang membuat jurusan ini salah satu jurusan tertua di Eropa.

Ada berbagai ragam alasan untuk mempelajari bahasa Arab, mulai dari minat akademis terhadap bahasa dan peradaban Arab dan kebutuhan akan dialog agama (dan perdebatan) hingga membina hubungan perdagangan dan diplomatik. Tradisi ini berlanjut dalam KajianTimur Tengah yang dinamis yang secara ilmiah bertaraf internasional.

Beragam program BA dan MA menyajikan berbagai macam topik, baik dari sudut sejarah maupun dari sudut pandang perkembangan modern. Tahun ini Universitas dan Kota Leiden merayakan sejarah dan masa depan Kajian Timur Tengah dan Arab di Leiden dengan rangkaian program kegiatan:pameran museum, pembacaan puisi, konser, pertemuan ilmiah dan perjalanan wisata.

Tradisi Kajian Orientalis yang sudah lama ada ini tentu saja juga tercermin dalam kekayaan koleksi perpustakaan di Universitas Leiden. Saat ini, Universitas Leiden memiliki sekitar 4.000 manuskrip Arab, di samping 2.000 naskah dalam bahasa Persia dan Turki Ottoman.

Hubungan diplomatik antara bekas Republik Belanda dan Maroko (dari 1610) dan Kekaisaran Ottoman (dari 1612) membuat para ilmuwan Belanda bisa melakukan perjalanan ke Timur Tengah untuk mencari bahan sumber.

Levinus Warner (sekitar tahun 1618-1665), seorang mahasiwa Jurusan Bahasa Oriental dan kemudian menjadi seorang diplomat misalnya, mengumpulkan sebuah koleksi yang luar biasa yang terdiri dari sekitar 1.000 manuskrip Timur Tengah lewat bantuan kenalan dan teman-temannya yang beragama Islam ketika tinggal di di Istanbul dari 1645 dan seterusnya. Awalnya, sebagian besar dari naskah ini berasal dari Kekaisaran Mamluk.

Warner menghibahkan seluruh koleksinya ini kepada Universitas Leiden setelah kematiannya pada tahun 1665. Koleksi Orientalis Universitas Leiden terdiri dari berbagai benda-benda berharga, seperti Kitab al-Hasha'ish, terjemahan dalam bahasa Arab dari Materia Medica karya seorang ilmuwan Yunani Dioscorides.

Naskah ini, tertanggal 475 H/1083 M, adalah naskah Arab tertua yang berilustrasi tentang topik ilmiah. Koleksi Istimewa Universitas Leiden Keindahan manuskrip Islam sebagian besar terletak pada seni kaligrafi, miniatur dan iluminasi (pencahayaan).

Ketiga unsur utama ini juga ditemukan pada manuskrip Islam dalam Koleksi Istimewa Universitas Leiden. Elemen-elemen ini memperlihatkan kesatuan dan keragaman pola dekoratif di dunia Islam.

Untuk menikmati kekayaan seni dekoratif dalam manuskrip ini tanpa harus mengunjungi Leiden, sejumlah reproduksi pilihan dari kaligrafi, ilustrasi dan iluminasi yang paling indah akan digelar. Sorotan estetika dalam reproduksi untuk sementara kembali ke konteks budaya dari mana mereka berasal.

Seleksi ini dibagi dalam lima tema: kaligrafi, penggambaran Mekah dan Madinah, bentuk miniatur karya ilmiah dan puisi. Kelima thema ini berfokus pada desain bunga dan geometris; dengan menjejerkan sorotan ornamen dari manuskrip dan ornamen yang mirip dalam arsitektur Islam, keterkaitan yang kuat antara seni ditampilkan.



10 Juni 2016 - 10:13:39 WIB
Foto : Istimewa
Dibaca : 1240

BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Bazaar Mega Komputer Bazaar Mega Komputer
Jumat, 24 Februari 2012
Indonesia VS LA Galaxy Indonesia VS LA Galaxy
Senin, 21 November 2011

SHARE