Register Login

Museum Bank Mandiri

Siapa yang tak kenal dengan Museum Mandiri? Letaknya persis di seberang Stasiun Jakarta (Beos). Bangunan dengan arsitektur Niew Zakeljik atau Art Deco Klasik ini dirancang oleh tiga orang arsitek Belanda, yaitu J.J.J de Bruyn, A.P. Smits, dan C. van de Linde. Gedung ini dibangun pada 1929 dan 14 Januari 1933 lalu dibuka secara resmi oleh C.J. Karel Van Aalst. Sejarahgedung museum ini memiliki sejarah yang panjang.

Dimulai dari merger empat bank pemerintah yaitu Bank Ekspor Impor Indonesia, Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya, dan Bank Pembangunan Indonesia yang dilaksanakan pada tanggal 31 Juli 1999. Sebelum bersatu, mereka pun memiliki sejarah panjang yang sama. Namun, ketika keempat bank tersebut di merger maka dibutuhkan dokumentasi dari sejarah perjalanan mereka. Oleh karena itu, didirikanlah Museum Bank Mandiri atau ex-Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM), disebut juga Factorji Batavia yang merupakan perusahaan dagang milik Belanda dan berkembang menjadi perusahaan bidang perbankan. Museum ini berdiri tanggal 2 Oktober 1998 dan menempati area seluas 10.039 m2 atau Factorji Batavia yang merupakan perusahaan dagang milik Belanda yang kemudian berkembang menjadi perusahaan di bidang perbankan.

Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) dinasionalisasi pada tahun 1960 menjadi salah satu gedung kantor Bank Koperasi Tani & Nelayan (BKTN) Urusan Ekspor Impor. Kemudian bersamaan dengan lahirnya Bank Ekspor Impor Indonesia (BankExim) pada 31 Desember 1968, gedung tersebut pun beralih menjadi kantor pusat Bank Export import (Bank Exim), hingga akhirnya legal merger Bank Exim bersama Bank Dagang Negara (BDN), Bank Bumi Daya (BBD) dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) ke dalam Bank Mandiri (1999), maka gedung tersebut pun menjadi asset Bank Mandiri.

Dari gerbang pintu masuk museum, kita sudah disuguhkan dengan pemandangan art deco klasik yang patut diacungi beribu jempol atas karya klasiknya. Dimulai dengan dua patung satpam bank berseragam warna hijau, lengkap dengan senapannya. Ketika masuk ke dalamnya, langsung tampak patung seorang laki-laki berseragam ala tempo doeloe dan patung-patung kecil ajakan untuk menabung. Pada lantai satu museum ini, terpampang hamparan luas koleksi-koleksi dari Museum Mandiri itu sendiri.

Koleksi-koleksinya terdiri dari aktivitas perbankan tempo doeloe, di antaranya perlengkapan operasional bank, surat berharga, mata uang kuno (numismatik), brandkast, dan lain-lain. Lantai dua, masih menyimpan koleksi perpustakaan pribadi milik Museum Mandiri. Di tengah-tengah museum juga terdapat taman. Di taman inilah, ruang hijau dan sering digunakan untuk pemotretan pra-weedding. Untuk mengetahui sejarah Museum Mandiri hingga kini, yuk segera kunjungi Museum Mandiri di kawasan Kota Tua Jakarta. (Agnes)



07 September 2011 - 10:22:37 WIB

Dibaca : 1239

BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Museum Nasional (Megalitik) Museum Nasional (Megalitik)
Jumat, 19 Agustus 2011
Museum Minyak dan Gas Bumi Museum Minyak dan Gas Bumi
Kamis, 08 September 2011
Museum Basoeki Abdullah Museum Basoeki Abdullah
Selasa, 05 Juli 2011
Khazanah Khazanah
Kamis, 08 September 2011

SHARE