Register Login

Yayasan batik Indonesia Mempersembahkan “Structured Fluidity”

Yayasan Batik Indonesia pertama kali didirikan pada tanggal 28 Oktober 1994. Yayasan Batik Indonesia merupakan yayasanyang dibentuk sebagai lembaga nirlaba yang merupakan wujud dari persamaan kehendak para pecinta, pengrajin, pengusaha dan pemerhati batik serta dijiwai oleh semangat Sumpah Pemuda juga merupakan mitra kerja Pemerintah dalam mengembangkan, melestarikan dan membina pengusaha/pengrajin batik nasional.

Yayasan Batik Indonesia (YBI) beserta para desainer yang tergabung dalam kepengurusan, berusaha untuk terus dapat mengembangkan, mempromosikan serta melestarikan batik guna mempertahankan Batik Indonesia sebagai warisan budaya tak benda yang telah di kukuhkan oleh UNESCO pada 29 September 2009.

Pada ajang Jakarta Fashion & Food Festival 2015, YBI berkolaborasi bersama dengan para desainer yang berkecimpung di dunia batik seperti Parang Kencana, Danar Hadi, BI dan Nes mengusung tema ‘Structured Fluidity’. Keempat pelopor batik ini manampilkan beberapa koleksi di ajang bergengsi ini.

Parang Kencana menampilkan motif Jawa Hokokai dalam koleksinya di JFFF 2015 kali ini. Danar Hadi menampilkan koleksi terbaru yang ditujukan untuk mereka yang berjiwa muda dan dinamis. Nes yang berarti “Keajaiban” menampilkan perpaduan batik dan tie dye dengan tekn ik ikat dari Jepang “Shibori”. Sedangkan BI menampilkan 3 koleksinya, yaitu batik lawasan, batik matryoshka dan batik Jepang. (Angga W/geDoor)



26 Mei 2015 - 14:44:21 WIB
Foto : Angga W.
Dibaca : 1562

SHARE