Register Login

Sentuhan Jepang dan Lipatan Origami dalam Gaun Muslim Itang Yunasz

Busana muslim kini tak selalu hadir dalam balutan nuansa Timur Tengah, gaun gamis menjuntai, dan sutra putih. Gaya fashion Islami pun bisa berpadu-padan dengan sentuhan bernuansa Jepang sekali pun. Celana-celana berbahan lebar, dengan tampilan burung bangau atau bahkan motif sisik ikan berbalut pita, nyatanya mampu mendobrak asimilasi antara budaya Negeri Sakura dengan Islam. 

Debut inilah yang lantas membuat seorang desainer kawakan Itang Yunasz mantap melenggangkan karya-karya orisinilnya di lantai peragadalam sebuah Fashion Show bertajuk Eternity in Ramadhan, di AEON MALL BSD CITY.  Karya-karya Itang menjadi penantian visual para pemburu koleksi fashion di Indonesia.

Dalam gelaran fashion show yang merupakan salah satu program bulan puasa di AEON MALL BSD CITY ini, Itang menghadirkan empat kategori dalam total koleksinya, yakni Itang Yunasz Kamila, Mosaicht Itang Yunasz, Preview Itang Yunasz dan Itang Yunasz sendiri.

“Saya ingin mencoba menyentuh pasar Asia (Jepang) di lingkungan pengunjung AEON MALL.  Hasilnya, saya langsung dapat pembeli dan tertarik dengan apa yang kita pamerkan tadi.  Apalagi konsepnya memang saya jual tidak satu paket, tapi bisa dibeli perpotongan, semisal mau beli blazer kimono, scraf, atau celananya saja,” ujar Itang Yunasz seusai acara, di temui di AEON AMLL BSD CITY, pada 5 Juli 2015 lalu.

Itang memang sangat cocok didapuk untuk memeriahkan mall yang bernuansa Jepang itu terutama di saat momentum jelang hari Raya Idul Fitri. General Manager PT. AMSL Indonesia, Adrian Pranata, dalam kesempatan yang sama mengatakan “kami yakin dengan menampilkan koleksi-koleksi dari Itang Yunasz, dapat menjadi gimik tersendiri untuk memeriahkan mall ini di masa Ramadan”.

Pada bulan Ramadhan ini, AEON menggelar acara bertajuk Eternity in Ramadhan yang menampilkan paket hiburan lengkap, mulai dari kabaret musikal, demo hijab, performa musik, dan juga peragaan busana dari berbagai desainer muslim Indonesia, salah satunya Itang Yunasz.

Untuk tema dan warna dari koleksinya, itang memercayakan keindahan warna biru dan oranye.  “Tema ini memang saya persiapkan untuk di AEON MALL ini. Karena untuk Mosaicht kita memang sudah mengeluarkan tema khusus untuk Ramadan,  dengan menggunakan digital printing yang bermain dengan warna”.  Ada sekitar 24 koleksi untuk tema Jepang dengan warna biru indigo menjadi warna dominan untuk menghiasi anggunnya angsa-angsa, burung-burung Jepang, serta bentuk geometri, seperti lipatan-lipatan kerta Jepang (origami).

Tak diragukan lagi, sepanjang Juni 2015 ini, pengunjung AEON MALL mampu menembus level 1,2 juta orang. Jika angka ini dapat berbergulir secara stabil, maka tidak mustahil jika target AEON MALL sebanyak 12 juta pengunjung selama setahun operasionalnya bakal tercapai.  Daya tarik AEON terletak pada tenan-tenan yang mengisi mal seluas 20.000 m2 dengan menghadirkan 280 toko, termasuk 47 toko dari Jepang, dan 25 toko di antaranya baru pertama kali ada di Indonesia.

Belum lagi dengan food court-nya yang menampung 140 toko dan menjadi yang terbesar di Tangerang. Adrian bilang, tenan makanan masih menjadi daya tarik utama AEON Mall. Apalagi, banyak tenan yang berasal dari Jepang yang memang baru membuka gerai pertamanya di Indonesia.



08 Juli 2015 - 01:30:10 WIB

Dibaca : 1339

SHARE