Register Login

Pelabuhan Sunda Kelapa

Ada satu lagi wisata di kawasan Kota Tua yang nggak boleh dilewatkan sama sekali. Letaknya berada di ujung utara Jakarta. Tempat berlabuhnya kapal-kapal berjenis modern, phinisi hingga yang tradisional. Sejarahnya ia merupakan pelabuhan terbesar kedua setelah Malaka. Jantungnya perekonomian dan perdagangan kota Batavia sejak 1527. Namanya Pelabuhan Sunda Kelapa. Mengapa dinamakan Kalapa? Konon, dahulu kala Pelabuhan ini pada abad ke-12 merupakan daerah kekuasaan Kerajaan Sunda, yang beribukotadi Pakuan Pajajaran (kini menjadi Kota Bogor).

Bahkan konon pelabuhan ini sudah ada sejak zaman Kerajaan Tarumanegara. Dari pelabuhan inilah pada 22 Juni 1857 dianggap sebagai cikal bakal dari kota Batavia. Namun, sejak abad ke-12, Sunda Kelapa ini telah terkenal lho. Karena ia menjadi pelabuhan terpenting di Batavia, banyak kerajaan nusantara dan Eropa yang mencoba memperebutkannya. Belanda mampu menguasainya hingga 350 tahun. Para penakluk pelabuhan ini banyak mengganti namanya tapi sejak awal 1970an atau Orde Baru (Orba), nama Kalapa kembali digunakan hingga kini menjadi Sunda Kelapa. Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta No.D.IV a.4/3/74 tanggal 6 Maret 1974.

Pelabuhan ini juga katanya disebut sebagai Pasar Ikan, karena di sana terdapat pasar ikan yang besar. Kini, Pelabuhan Sunda Kelapa dianggap memiliki nilai sejarah tinggi bagi kota Jakarta. Perjalanannya pun menjadi saksi bisu bagi perkembangan kota sekaligus dijadikan sebagai kawasan wisata oleh Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta. Pelabuhan ini dikelola oleh PT. Pelindo II tanpa disertifikasi oleh International Ship and Port Security karena memang pelabuhan ini hanya antar pulau. Luas daratannya sekitar 769 hektar serta luas perairan 16.470 hektar. Pelabuhan ini terdiri dari pelabuhan utama dan Kalibaru.

Pelabuhan Utama, panjang area 3.250 meter dan luasnya sekitar 1.200 meter dan dapat menampung 70 perahu layar motor atau phinisi. Sedangkan pelabuhan Kalibaru, panjangnya 750 meter dengan luas daratan 343.339 meter persegi, luas kolamnya 42.128,74 meter persegi dan mampu menampung 65 kapal anatar pulau. Meski kini, Pelabuhan Sunda Kelapa tidak lagi menjadi pelabuhan utama di kota ini, namun setiap pengunjung yang ingin melihat sisa sejarah bisa kapan saja datang kemari.

Bagaimana rute atau transportasi umum ke Pelabuhan Sunda Kelapa? Lebih gampangnya, anda berangkat dari kawasan Kota Tua Jakarta dengan menyewa sepeda onthel. Biasanya tarif sewanya sekitar Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu/ jam. Bisa dibonceng atau pun dikendarai sendiri. Jika ingin mengendarai angkutan umum, ada juga kok dari Terminal Kota Tua. Atau jika ingin berjalan kaki sambil menikmati terik matahari, polusi, serta pemandangan di sana, anda berjalan lurus saja dari Terminal Kota Tua sampai menemukan plang Pelabuhan Sunda Kelapa. Nggak ada salahnya anda mengunjungi kawasan pelabuhan ini. Sambil jepret-jepret foto pemandangan yang eksotis sekalgus foto narsis diri sendiri. (Agnes, gedoor.com)




05 Oktober 2011 - 17:32:35 WIB

Dibaca : 1325

SHARE