Register Login
  1. Tradisi Tatung meriahkan perayaan Festival Cap Go Meh di Jakarta

    Tradisi Tatung meriahkan perayaan Festival Cap Go Meh di Jakarta Tradisi Tatung meriahkan perayaan Festival Cap Go Meh di Jakarta
  2. Tradisi Tatung meriahkan perayaan Festival Cap Go Meh di Jakarta

    Tradisi Tatung meriahkan perayaan Festival Cap Go Meh di Jakarta Tradisi Tatung meriahkan perayaan Festival Cap Go Meh di Jakarta
  3. Tradisi Tatung meriahkan perayaan Festival Cap Go Meh di Jakarta

    Tradisi Tatung meriahkan perayaan Festival Cap Go Meh di Jakarta Tradisi Tatung meriahkan perayaan Festival Cap Go Meh di Jakarta
  4. Tradisi Tatung meriahkan perayaan Festival Cap Go Meh di Jakarta

    Tradisi Tatung meriahkan perayaan Festival Cap Go Meh di Jakarta Tradisi Tatung meriahkan perayaan Festival Cap Go Meh di Jakarta
  5. Tradisi Tatung meriahkan perayaan Festival Cap Go Meh di Jakarta

    Tradisi Tatung meriahkan perayaan Festival Cap Go Meh di Jakarta Tradisi Tatung meriahkan perayaan Festival Cap Go Meh di Jakarta
  6. Tradisi Tatung meriahkan perayaan Festival Cap Go Meh di Jakarta

    Tradisi Tatung meriahkan perayaan Festival Cap Go Meh di Jakarta Tradisi Tatung meriahkan perayaan Festival Cap Go Meh di Jakarta
  7. Tradisi Tatung meriahkan perayaan Festival Cap Go Meh di Jakarta

    Tradisi Tatung meriahkan perayaan Festival Cap Go Meh di Jakarta Tradisi Tatung meriahkan perayaan Festival Cap Go Meh di Jakarta

Tradisi Tatung meriahkan perayaan Festival Cap Go Meh di Jakarta

Tradisi Tatung meriahkan perayaan Festival Cap Go Meh di Jakarta Perayaan Cap Go Meh sebagai perayaan penutup tahun baru Imlek dirayakan sangat meriah hampir di setiap penjuru dunia oleh keturunan etnis Tionghoa, tak terkecuali di Indonesia. Bisa dikatakan perayaan Cap Go Meh ini bahkan lebih meriah daripada perayaan tahun baru Imlek itu sendiri. Pada umumnya perayaan tahun baru Imlek bagi merekayang merayakan dimanfaatkan untuk bersembahyang di wihara atau klenteng-klenteng.

Sedangkan perayaan Cap Go Meh dirayakan sebagai penutup dari rangkaian acara tahun baru Imlek tersebut. Mereka menutup kedatangan tahun baru dengan segala kemeriahan dan atraksi yang menarik, salah satunya tradisi Tatung. Tatung berasal dari bahasa Hakka atau bahasa yang dituturkan oleh orang Hakka yang merupakan suku Han yang tersebar di kawasan pegunungan provinsi Guangdong, Fujian dan Guangxi di Tiongkok. Arti Tatung adalah orang yang dirasuki dewa atau roh leluhur.

Tradisi Tatung ini biasanya dimulai dengan ritual pemanggilan roh leluhur atau dewa oleh seorang pendeta Tatung di sebuah altar. Datangnya roh leluhur atau dewa-dewa itu ditandai dengan kerasukannya beberapa pemain Tatung. Pada perayaan Cap Go Meh yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada Minggu, 24 Februari 2013 itu juga dimeriahkan oleh orang-orang dari Suku Dayak yang didatangkan langsung dari Kalimantan Barat. Suku Dayak dan etnis Tionghoa memang memiliki kedekatan hubungan sosial yang sangat baik dan sudah terjalin lama sejak etnis Tionghoa pertama datang ke pulau Kalimantan tersebut.

Selain dari kedekatan sosial tersebut, tradisi Tatung juga memiliki kemiripan dengan tradisi Suku Dayak dalam ritual pemanggilan roh-roh leluhur. Itulah salah satu alasan yang membuat dua kebudayaan dan tradisi yang berbeda itu begitu lekat. Saat tradisi Tatung berlangsung, banyak ritual-ritual menarik atau bahkan bisa dibilang menyeramkan. Puluhan orang yang telah dirasuki roh menampilkan atraksi menegangkan seperti mengiriskan Mandau (senjata khas Suku Dayak) ke tangan, leher, bahkan lidah mereka. Sebagian dari mereka menusukkan sebilah besi lancip yang panjang menembus mulut mereka dari sisi kiri ke kanan.

Aroma mistis yang sangat kental semakin terasa karena para pawang terus membakar kemenyan sambil tak henti membaca mantra-mantra. Pelaku ritual Tatung ini tidak hanya dari kalangan muda saja, mereka yang berusia lanjut pun tak mau kalah unjuk kesaktian mereka di depan ribuan wisatawan yang hadir. Yang tak kalah menariknya, dalam perayaan Cap Go Meh itu juga ada seorang bocah kecil berusia sekitar 5 tahun yang tengah asik mengiris-ngiris lidah dan tangannya menggunakan Mandau dengan ekspresi wajah yang sangat serius. (Eddy Purwanto, gedoor.com)



25 Februari 2013 - 12:50:59 WIB

Dibaca : 1377

BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Kirab Budaya Dieng Culture Festival 2014 Kirab Budaya Dieng Culture Festival 2014
Selasa, 02 September 2014

SHARE